Ketika Yahudi Mengatur-ngatur Tentang Arah Kiblat Pada Nabi SAW



 Terjadi pada bulan Rajab genap 70 bulan sesudah Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah. Arah kiblat dipindahkan dari Syam ke Ka’bah.


Maka Rifa’ah bin Qais, Fardam bin Amr, Ka’ab bin Al-Asyraf, Rafi’ bin Abu Raff Al-Hajjaj bin Amr sekutu Ka’ab bin Al-Asyraf,


Ar-Rabi’ bin Ar-Rabi’ bin Abu Al-Huqaiq, dan Kinanah bin Ar-Rabi’ bin Abu Al-Huqaiq bertandang pada kediaman  Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam.


Lalu berkata, “Wahai Muhammad, mengapa engkau beralih dari kiblatmu yang semula, padahal engkau menyatakan bahwa dirimu sebagai penganut agama Ibrahim?


Kembalilah kepada kiblatmu yang pertama, niscaya kami mengikuti dan membenarkanmu.”


Perkataan itu bertujuan untuk mengeluarkan Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam dari agamanya.


Kemudian Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan firman-Nya:


سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا ۚ قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ


Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?”


Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”. (QS. Al-Baqarah: 142-143)


وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ


Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.


Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot.


Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu.


Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.(QS. Al-Baqarah:143)

0 Response to "Ketika Yahudi Mengatur-ngatur Tentang Arah Kiblat Pada Nabi SAW"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2