Janji Roh Manusia Pada Ketauhidan Allah SWT


 Imam Ghazali mempunyai nama lengkap Abu Hamid Ibn Muhammad Ibn Muhammad al-Tusi al-Shafi’i al-Ghazali.

Dia lahir di Kota Tus, Khurasan, Iran, pada 1058 Masehi. Dia adalah ulama  terkemuka.

Bukan hanya terkenal seorang teolog dan filsuf, Imam Abu Hamid Al-Ghazali sangat terkenal sebagai seorang sufi.

Prof KH Said Aqil Siroj dalam buku “Allah dan Alam Semesta: Perspektif Tasawuf Falsafi” memaparkan bahwa Imam Ghazali memiliki  pandangan teosofis mengenai  ketauhidan pada Allah.

Dalam pandangan Kiai Said, dalam kitab yang berjudul “Ad-Durratul Fakhirah fi Kasyfi Ulumil Akhirah”, Imam Al-Ghazali menulis sebagai berikut:

“Ketika Allah SWT menggenggam roh-roh umat manusia, Dia mengusapkannya pada punggung Adam AS.

Roh-roh itu kemudian dikumpulkan dan dibagi-Nya ke dalam dua kelompok: Satu kelompok di genggaman sebelah kanan, satu lagi di genggaman sebelah kiri.

Kemudian Allah membuka masing-masing dari kedua genggaman-Nya tersebut, lalu mereka dipandang Adam di depan matanya, dan mereka terlihat bagai biji zarah (atom).”

Kemudian Allah mengambil kesaksian pada mereka, seraya berfirman: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”

Mereka menjawab: “Betul, Engkau adalah Tuhan kami; kami menjadi saksi”.

Dan Allah juga mengambil kesaksian para malaikat dan Adam sendiri bahwa mereka benar-benar mengakui Allah adalah Tuhan mereka.

Maka  Allah mengembalikannya pada tempatnya masing-masing. Pada waktu itu mereka adalah roh-roh tanpa jasmani”.

Pandangan selanjutnya, menurut Kiai Said, dalam kitab “Ihya Ulumuddin”, Imam al-Ghazali mengklalsifikasi makna tauhid menajdi empat tingkatan,

ialah inti, ada intinya inti (yang paling dalam), ada kulit luarnya, kemudian ada  kulit dalamnya.

Dalam buku “Allah dan Alam Semesta” ini, Kiai Said dengan rinci memaparkan   keempat tingkatan tauhid itu.

Judul asli buku itu adalah “Shilatul-Lah bil-Kawn fit-Tashawwuf al-Falsafi” yang diterjemah dari desertasinya ke dalam bahasa indonesia.

0 Response to "Janji Roh Manusia Pada Ketauhidan Allah SWT"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2