Inilah Arti Sebenarnya Hidup dalam Nuansa Sunnah Nabi

 Umat Muslim gencar dengan istilah sunah dalam dekade terakhir ini. Dan apakah betul yang dimaksud sunah perkara yang asalnya hanya dari hadis?

Ahmad Ubaydi Hasbullah  dalam buku Ilmu Living Quran-Hadis; Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi memberi penjelasan bahwa secara singkat penggunaan sunah adalah penegasan dan perwakilan dari kata Alquran dan hadis.

Semenatara istilah sunah yang hidup dan menghidupkan sunah adalah  komponen utama Quran-Hadis.

Tema living Alquran-hadis punya makna ganda. Satu, bermakna menghidupkan Alquran dan hadis (ihya Alquran wal ihya al-hadis).

Dan yang nomor dua, adalah the living Alquran and hadis.

Dalam sebuah penjelasan, yang disebut sunah adalah Alquran dan hadis. Jika mengacu pada Alquran saja, sunah tidak akan hidup.

Karena hidupnya Alquran bersama dengan sunah. Dan inti serta esensi hadis adalah sunah itu sendiri. Sehingga Alquran dan hadis merupakan komposisi dari sunah itu sendiri.

Di zaman Nabi, sunah tentu hidup sebab Nabi sendirilah yang menjalankan sunnat itu. Hal ini disebutkan dalam testimoni Sayyidah Aisyah bahwa akhlak Nabi tak lain adalah Alquran (kaana khuluquhu Alquran).

Sesuatu yang dilakukan Nabi adalah sebuah artikulasi dari Alquran tanpa terkecuali.

0 Response to "Inilah Arti Sebenarnya Hidup dalam Nuansa Sunnah Nabi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2