Alasan Mengapa Allah Merahasiakan Terjadinya Hari Kiamat?


 Kiamat pasti akan tiba. Meski waktu dan kapan terjadinya adalah hal yang ghaib dan menjadi rahasian Allah.


Allah hanya memberitahu tanda-tanda kiamat yang dijelaskan Nabi dalam haditsnya.


Lantas mengapa waktu pasti hari kiamat itu dirahasiakan oleh Allah?


Muhammad Abduh Tuasikal Dalam buku Prediksi Akhir Zaman  menjelaskan bahwa  kiamat adalah perkara gaib dan Allah merahasiakannya.


Perbedaan Orang beriman dengan orang kafir adalah orang yang beriman percaya pada perkara gaib.


Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 3 berbunyi:


الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ


“Alladzina yu’minuna bil-ghaibi wa yuqimuna as-shalaata wa mimma razaqnaahum yunfiquna,”.


“(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,”.


Allah merahasiakan kapan pastinya hari kiamat supaya manusia tidak mengulur-ngulur waktu dalam beribadah dan  beriman pada Allah.


Karena jika manusia tahu terjadinya hari kiamat, maka manusia hanya santai dan menunda-nunda beramal shaleh.


Dan jika manusia mengetahui kiamat  pekan depan, maka mereka akan bertaubat dan beribadah lebih cepat.


Oleh sebab itulah Allah SWT merahasiakan waktu pasti terjadinya kiamat kepada umat manusia.


Karena tidak ada manusia yang mengetahui terjadinya kiamat, maka setiap umat Islam disarankan  mempersiapkan diri dalam menghadapi hari kiamat dengan bekal amal soleh.


Sayyidina Ali bin Abi Thalib memberi petuah tentang apa yang perlu dipersiapkan manusia sebagai bekal menghadap Illahi.


Beliau berkata: “Arhalati ad-dunya mudbiratan, wartahalatil-aakhiratu muqbilatan, walikulli minhuma banuuna fakuunu min abna-I al-akhirati,


wa la takunuu min abna-I ad-dunya, fa inna al-yauma amalun wa laa hisaaba, wa ghadan hisaabun wa laa amala,”.


“Dunia itu akan ditinggalkan di belakang. Sedangkan akhirat akan berada di hadapan kita.


Dunia dan akhirat tersebut memiliki anak. Maka Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia.


Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan dan bukanlah hari beramal,”.

0 Response to "Alasan Mengapa Allah Merahasiakan Terjadinya Hari Kiamat?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2