Ratusan Hewan Ternak dan Monyet di NTT Tewas karena Kemarau Panjang



Bencana kekeringan menimpa warga Pulau Mules, Desa Nuca Molas, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, NTT. Hujan yang tak kunjung turun selama sekitar sembilan bulan terakhir menyebabkan kekeringan dan krisis air terjadi di pulau tersebut.

Akibat kemarau panjang itu, ratusan ternak milik warga dilaporkan mati karena ketersediaan makanan yang semakin terbatas. Tak hanya ternak milik warga, beberapa hewan liar seperti monyet di pulau yang terletak di Selatan Kabupaten Manggarai itu ditemukan tewas mengenaskan.

Burhima, Kepala Desa Nuca Molas, membenarkan informasi tersebut. Saat dikonfirmasi florespredia pada Kamis malam (17/10), dia mengatakan, saat ini telah ada ratusan sapi milik warga yang mati. Selain sapi, dari hasil penyisiran warga ditemukan juga sekitar 28 ekor kambing yang mati karena kehabisan stok makanan.



"Sampai hari ini sudah ada 123 ekor sapi dan 28 ekor kambing ditemukan mati. Kami sudah dapat bantuan pemerintah profil tandom untuk air minum," kata Burhima.
Untuk mengantisipasi jumlah ternak yang mati terus berjatuhan, dia mengaku saat ini Pemerintah Desa sedang mengupayakan mobilisasi pakan ternak dari daratan Pulau Flores.

Pakan ternak yang nantinya akan disuplai dari Kampung Dintor akan menelan biaya transportasi karena harus menyewa perahu milik warga.
"Tadi Pemerintah Desa bersama BPD rapat tentang keselamatan ternak. Dari desa siap dana untuk biaya perahu motor angkut batang pisang di daratan Dintor dan sekitarnya," jelasnya.
"Biaya tanggap darurat dari dana desa kita siapkan Rp 10 juta," tutupnya.
Dia dan warganya berharap bencana kekeringan segera berlalu karena selama musim kering yang berkepanjangan sangat berdampak bagi perekonomian dan kesehatan warga Desa Nuca Molas. (FP-06).

Sumber: kumparan.com

0 Response to "Ratusan Hewan Ternak dan Monyet di NTT Tewas karena Kemarau Panjang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2