Geger Cross Hijaber, Pria Pura-pura Jadi Hijaber Masuk ke Area Khusus Wanita

Geger Cross Hijaber, Pria Pura-pura Jadi Hijaber Masuk ke Area Khusus Wanita

Mereka menggunakan baju muslim, dan seringkali model panjang dan lebar ala pakaian syar'i.

Dunia maya sedang dihebohkan fenomena Cross Hijaber. Mungkin banyak yang belum tahu apa itu Cross Hijaber. Rupanya ada komunitas, pria-pria yang suka berdandan layaknya wanita berhijab.

Mereka menggunakan baju muslim, dan seringkali model panjang dan lebar ala pakaian syar'i. Lengkap dengan hijab bahkan cadar. Sehingga seringkali tak ada yang tahu kalau sebenarnya mereka adalah pria.

 CrossHijaber

Hal yang mengerikan dan bikin heboh adalah, pelaku-pelaku cross hijaber ini masuk ke area-area khusus perempuan. Seperti masjid, kamar mandi dan area lain.

Nekat
Para pelaku cross hijaber ini cukup nekat. Justru kekhawatiran akan terungkapnya identitas membuat mereka makin tertantang. Terutama untuk berpakaian seperti muslimah seutuhnya.

 CrossHijaber

" Kalo aku aku pribadi kenapa harus takut? kenapa harus ragu? kalau kalian masih takut atau ragu, mendingan udahan deh nerusin hobby jadi cder. Sebenarnya berani iu bukan modal yang utama. Modal yang paling penting itu niat," ungkap salah satu pelaku yang, akunnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Lebih Waspada
Fenomena ini tentu saja membuat banyak perempuan merasa tak aman. Apalagi cross hijaber ini masuk ke area privat perempuan.

 CrossHijaber

" Naudzubillah Himindzalik hati hati saudariku Akhwat, sekarang lagi musim lelaki yang menyamar jadi Akhwat, dan yang lebih parahnya sampe ia berani masuk ke dalam masjid, ke wc Akhwat dan duduk bersama di majelis ilmu dengan rombongan Akhwat dengan menggunakan gamis dan cadar mereka juga berkomunitas, entah apa tujuannya di sini tapi ini sangat mengganggu sekali," tulis akun @denibedil, memperingatkan.

Sumber: dream.co.id

0 Response to "Geger Cross Hijaber, Pria Pura-pura Jadi Hijaber Masuk ke Area Khusus Wanita"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2