Kuli Bangunan Makan Nasi dengan Kuah Air Mineral Bikin Terenyuh

Kuli Bangunan Makan Nasi dengan Kuah Air Mineral Bikin Terenyuh

Dream - Mungkin banyak tetangga di kampung halaman yang mengira para pekerja migran di negeri orang hidup dengan enak. Kerja ringan, gaji level juragan.

Apalagi, memang banyak para pekerja migran yang berhasil. Membangun rumah bak istana di kampung halaman mereka.

Tapi ketahuilah. Para banyak pekerja migran yang harus bekerja ekstra keras di negeri rantau. Mengekang nafsu belanja, mengencangkan ikat pinggang erat-erat.

Lihat saja foto yang sedang viral di antara pengguna media sossial Malaysia berikut ini. Foto tersebut jadi gambaran kehidupan buruh migran di negeri jiran.

Entah dari mana asal buruh migran pria dalam foto itu. Yang jelas, fotonya menjadi viral dan membuat terenyuh hati setiap orang yang melihatnya.

Pada foto itu, pekerja pria berkaos putih yang sudah lusuh itu terlihat tengah berjongkok. Di depannya ada seporsi nasi pada wadah mika transparan.

Polos. Hanya nasi putih. jangankan lauk daging, sayur pun tak ada. Yang membuat semakin getir, pekerja itu hanya makan nasi putih dengan kuah air mineral.


" Terjumpa orang negara luar.. Makan nasi dgn kuah air mineral je," tulis Arif dalam unggahannya itu.

Foto itu diambil di salah satu daerah di Malaysia. Warganet negeri jiran pun sangat bersimpati serta ikut membagikan pengalaman mereka sendiri mengenai masalah tersebut.

" Saya dulu bekerja di bidang konstruksi dan saya selalu melihat para pekerja imigran ini berbagi nasi mereka. Kalau pun ada lauk itu pun hanya kari bawang.

Mereka perlu menyimpan uang untuk dikirim kembali ke keluarga mereka.

Kadang-kadang gaji mereka hanya digunakan untuk membayar paspor," ungkap warganet yang lain.

Belum bisa dipastikan asal negara pekerja migran yang makan nasi dengan air putih tanpa lauk di Malaysia tersebut."

[dream.co.id]

0 Response to "Kuli Bangunan Makan Nasi dengan Kuah Air Mineral Bikin Terenyuh"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2